Turn Back Hoax dengan Aplikasi Hoax Buster Tools (HBT)

http://bocabaca.web.id/wp-content/uploads/2019/03/menkominfo-luncurkan-aplikasi-HBT-300x200.jpg

Hari ini hoax telah menjadi musuh yang sulit dihindari di kalangan masyarakat. Setiap detik berbagai macam informasi yang belum diketahui kebenaranannya malang melintang di timeline media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Whatsapp. Di sisi lain, masyarakat yang kurang melek teknologi sangat rajin membagikan informasi terkait peristiwa yang terjadi di sekitar mereka. Sayangnya, informasi tersebut hanya berupa foto dan sedikit teks. Tanpa disertai dengan informasi-informasi memenuhi syarat menyampaikan fakta dalam suatu peristiwa.

Dalam ranah politik, hoax bisa ‘menjelma’ jadi senjata yang sangat ampuh bagi siapa pun untuk menyerang lawan. Oleh karena itu masyarakat harus pintar memilah dan memilih informasi yang berseliweran. Setiap informasi harus difilter terlebih dahulu sebelum dipercayai dan disebarkan.

Atas keprihatinan itulah, sekelompok orang yang mengatasnamakan diri sebagai Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) mencetuskan aplikasi bernama Hoax Buster Tools. Aplikasi ini berguna sebagai filter untuk menyaring informasi yang akurat dan tentunya, bebas Hoax. Semenjak dirilis Februari lalu, HBT telah diunduh sekitar 10 ribu lebih pengguna di Google Play.

Search Engine Filterisasi Hoax

Cara kerja Hoax Buster Tools mirip seperti mesin pencari Google. Pengguna bisa mencari berita, informasi, gambar, maupun video dari sumber yang dipercaya. Istimewanya lagi, selama melakukan browsing, konten-konten yang mengandung unsur hoax akan terfilter secara otomatis dan tidak akan muncul pada hasil pencarian. Tentu informasi yang kita dapat tadi benar-benar valid dan bisa dipertanggungjawabkan.

Pengguna juga bisa memasukkan konten apa pun yang mereka ingin cari tahu kebenarannya. Bukan hanya untuk mengecek kebenaran berita, foto, atau video, Hoax Buster Tools pun dapat mendeteksi akun media sosial yang dianggap menyebarkan berita bohong.

Aplikasi ini memiliki database anti-hoax dari turnbackhoax.id. Selain itu, semua informasi yang ditampilkan berasal dari media-media resmi yang sudah diakui oleh Dewan Pers. Yang lebih menarik, Hoax Buster Tools juga bisa digunakan sebagai tempat untuk melaporkan penyebaran hoax. Jadi, pengguna bisa ikut berpartisipasi memerangi banyaknya berita bohong yang beredar di media sosial atau platform lainnya.

Dukungan Penuh Kominfo

Hoax atau berita palsu sebenarnya sudah ada sejak lama bahkan sebelum era digital. Penyebaran berita tersebut menggunakan media surat dan selebaran. Namun sekarang, berkat kemajuan teknologi, penyebaran konten berita palsu tak ubahnya menjentikkan jari. Kemajuan internet dan teknologi yang harusnya menjadi penunjang seseorang baik dalam belajar, bekerja, maupun kebutuhan lain malah menjadi ancaman yang siap menerkam. Data yang diunduh dari situs Kominfo menyebutkan ada sekitar 800.000 situs di Indonesia yang terindikasi sebagai penyebar konten hoax.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah melakukan berbagai upaya mengenai hoax, baik berupa sosialisasi, kerjasama dengan organisasi komunitas, serta memberikan sanksi bagi penyebar hoax. Saat ini sanksi tersebut masih terbatas pada si pembuat dan penyebar, bukan platform media sosialnya.

Mafindo adalah organisasi yang mendapat apresiasi dari Kominfo lantaran terobosan mereka membuat Aplikasi Hoax Buster Tools. Bahkan Menkominfo Rudiantara menyatakan dukungan penuh terhadap HBT. Rudiantara bahkan berjanji akan berkomunikasi dengan pengelola iOS, sistem operasi perangkat smartphone yang dikembangkan dan didistribusikan oleh Apple mengingat saat ini HBT hanya tersedia bagi smartphone berbasis Android.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *